Selasa, 28 Oktober 2014

Artikel Ilmiah

PEMBENTUKAN KARAKTER PESERTA DIDIK MELALUI OLAHRAGA REKREASI
ARTIKEL ILMIAH BIDANG PENDIDIKAN JASMANI
YULIANI DWI LESTARI
12601244148
PJKR
087837929606
Jl. Asti Kuningan, Blok I 24, depok, Sleman, Yogyakarta
Abstrak
Olahraga adalah suatu bentuk kegiatan untuk melatih tubuh aatau fisik atau jasmani dan rohani. Olahraga rekreasi dilaksanakan berbasis masyarakat yang mengutamakan prinsip murah, mudah, menarik, manfaat, dan dapat diikuti oleh orang banyak atau massal.
Karakter atau watak adalah tabiat manusia yang bersifat tetap sehingga menjadi ciri khusus yang membedakan orang satu dengan orang lainnya. Pembentukan karakter melalui olahraga rekreasi bagi peserta didik dapat berbentuk outbond dan permainan tradisional.
Nilai – nilai yang terkandung dalam olahraga rekreasi terdiri dari nilai kejujuran, kepemimpinan, tanggungjawab, kerjasama, kesabaran, kedisiplinan, keberanian, komunikasi, toleransi sosial, dan percaya diri. Nilai – nilai positif tersebut akan sangat mendukung dalam pembentukan karakter peserta didik.
Kata kunci : olahraga rekreasi, peserta didik, karakter
PENDAHULUAN
Olahraga adalah suatu bentuk kegiatan untuk melatih tubuh atau fisik atau jasmani dan rohani seseorang. Melalui aktivitas olahraga kita akan mendapatkan banyak sekali hal – hal yang positif. Olahraga tidak hanya berorientasi pada faktor fisik saja tetapi juga akan melatih sikap dan mental kita. Aktivitas olahraga akan lebih baik jika ditekankan pada peserta didik, karena akan ada banyak hal yang didapatkan ketika peserta didik tersebut melakukan aktivitas olahraga.
Hampir diseluruh dunia olahraga adalah bagian utama dari masyarakat dan budaya. Dalam berbagai kejuaraan baik nasional maupun internasional, peserta olahraga berasal dari berbagai usia tanpa ada batasannya dari tingkat permainan untuk bersenang – senang dan rekreasi hingga profesional. Sekolah – sekolah dimasa kini menawarkan dan menekankan kesempatan olahraga rekreasi. Hal ini akan sangat memberi manfaat yang besar termasuk didalamnya akan terbentuk karakter diri dari masing – masing peserta didik jika peserta didik dapat berpartisipasi secara aktif dalam olahraga rekreasi tersebut.
KAJIAN PUSTAKA
UNESCO mendefinisikan olahraga adalah setiap aktivitas fisik berupa permainan yang berisikan perjuangan melalui unsur – unsur alam, orang lain, ataupun diri sendiri. Dewan Eropa mendefinisikan bahwa olahraga adalah aktivitas spontan, bebas, dan dilaksanakan dalam waktu luang. Definisi tersebut menjadi awal mula panji olahraga di dunia “ Sport for All “ dan di Indonesia tahun 1983 “ memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan  masyarakat “ ( Rusli dan Sumardianto, 2000 : 6 ). Esensi dari nilai – nilai olahraga adalah bermain dan pada dasarnya manusia adalah makhluk yang senang bermain. Bermain merupakan aktivitas jasmani yang dilakukan dengan rasa sungguh – sungguh tetapi bukan merupakan kesungguhan ( Sukintaka, 1994 : 2 ). Artinya orang yang melakukan aktivitas bermain dengan perasaan senang akan melakukan permainan dengan sukarela tanpa ada unsur paksaan dari pihak manapun. Dengan perasaan senang tersebut maka orang yang berolahraga secara spontan akan menunjukkan kepribadian dirinya melalui gerak, sikap, dan perilaku.
Rekreasi berasal dari bahasa Latin “ re – creare “, secara harfiah bararti “ membuat ulang “ adalah suatu kegiatan yang dilakukan untuk melakukan penyegaran kembali jasmani dan rohani seorang individu.  Hal ini adalah sebuah aktivitas yang dilakukan oleh seorang individu selain pekerjaan. Secara umum rekreasi dapat dibedakan menjadi dua golongan yaitu rekreasi pada tempat tertutup ( indoor recreation ) dan rekreasi ditempat terbuka ( outdoor recreation ). Rekreasi dapat dinikmati, menyenangkan, dan bisa juga tanpa menggunakan biaya. Rekreasi dapat memulihkan kondisi tubuh, pikiran, serta mengembalikan kesegaran. Berdasarkan peninjauan secara terminologi keilmuan, REKREASI berasal dari dua kata dasar yaitu RE dan KREASI, yang secara keseluruhan berarti menggunakan daya pikir untuk mencapai kesenangan atau kepuasan melalui suatu kegiatan.
Olahraga rekreasi adalah olahraga yang dilakukan oleh masyarakat dengan kegemaran dan kemampuan yang tumbuh dan berkembang sesuai dengan kondisi dan nilai budaya masyarakat setempat untuk kesehatan, kebugaran, dan kesenangan ( Biro Humas dan Hukum Kementrian Pemuda dan Olahraga RI, 2010 : 4 ). Perkembangan olahraga rekreasi, terutama dalam bentuk aktivitas jasmani untuk memperoleh kesenangan atau kenikmatan berpartisipasi dalam berbagai wahana wisatasangat didorong oleh tekanan ekonomi, sosial budaya, teknologi, dan gaya hidup.
Pembentukan Karakter Peserta Didik melalui Olahraga Rekreasi
Karakter atau watak adalah tabiat manusia yang bersifat tetap sehingga menjadi ciri khusus yang membedakan orang satu dengan orang lainnya. Dalam Kamus Bahasa Indonesia kata “ karakter “ diartikan dengan tabiat, sifat – sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti yang membedakan seseorang dengan orang lain. Peserta didik yang berkarakter adalah peserta didik yang berkepribadian, berperilaku, bersifat, bertabiat, atau berwatak. Pendidikan yang baik dalam membentuk karakter adalah sebuah investasi tak terbatas untuk masa depan peserta didik, oleh karena itu orang tua akan memilihkan sekolah yang baik dan bermutu, mengikutkan dalam les privat maupun bimbel. Oleh karena itu, dicari solusi alternatif yang disukai dan banyak dicari oleh peserta didik. Untuk pendidikan salah satunya melalui olahraga rekreasi. Olahraga rekreasi yang mengikuti tren adalah outbond dan permainan tradisional. Dalam UU RI Nomor 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional pada pasal 26 ayat 4 bahwa pembinaan dan pengembangan olahraga rekreasi dilaksanakan berbasis masyarakat dengan memperhatikan prinsip mudah, murah, menarik, manfaat, dan massal ( Biro Humas dan Hukum Kementerian Pemuda dan Olahraga RI,2010:15 ). Berdasarkan prinsip tersebut, olahraga rekreasi seperti outbond dan permainan tradisional sangat tepat dikembangkan dan peserta didik dapat menikmati, sehingga dari nilai – nilai positif didalamnya dapat membentuk karakter peserta didik. Outbond adalah sebuah proses dimana seorang individu mendapatkan pengetahuan, ketrampilan, dan nilai – nilainya langsung dari pengalaman memunculkan sikap – sikap saling mendukung, komitmen, rasa puas, dan memikirkan masa yang akan datang yang sekarang tidak diperoleh melalui metode belajar yang lain. Kegiatan outbond sebagai kegiatan alam dilakukan dengan berbagai metode yang intinya adalah memberikan pengalaman langsung suatu peristiwa pada anak. Metode yang digunakan dalam outbond adalah permainan kelompok, kerja kelompok, petualangan individu, ceramah, diskusi (refleksi  kegiatan). Model outbond yang dapat memunculkan nilai – nilai positif peserta didik terbagi menjadi empat yaitu :
1.      Fun Games
Kegiatan ini ditekankan pada unsur – unsur koordinasi, konsentrasi, dan kebersamaan. Dalam pelaksanaannya dikemas dalam nuansa rekreatif dan menghibur.
2.      Low Impact Games
Dalam kegiatan ini peserta didik dikenalkan pada tema – tema yang terkait dengan kerjasama, komunikasi, membuat perencanaan, mengatur strategi, efisiensi waktu, pendelegasian tugas, kejujuran, dan tanggung jawab sosial. Kegiatan ini dikemas dengan suasana yang menantang tapi risiko sangat kecil, tidak membutuhkan alat pengamanan yang dipakai secara langsung oleh peserta didik.
3.      High Impact Games
Kegiatan ini menyajikan tema – tema yang terkait dengan pengendalian diri, peningkatan keberanian, kekuatan rasa percaya diri, keuletan, dan pantang menyerah. Peserta didik mulai dihadapkan pada permainan – permainan yang memiliki tantangan tinggi dengan risiko kecil. Peserta didik harus menggunakan alat pengaman yang sesuai dengan prosedur pengamanan standar.
4.      Life skill
Kegiatan ini meliputi navigasi dan survuval. Navigasi adalah suatu ilmu yang dapat menentukan posisi dan arah yang akan dituju. Jenis navigasi berupa navigasi darat, sungai, pantai, dan laut. Survival adalah mempertahankan hidup dialam bebas dari hambatan alam sebelum mendapatkan pertolongan.
Permainan tradisional merupakan simbolis dari pengetahuan yang bersifat turun – temurun dan memiliki fungsi atau pesan dibaliknya dengan prinsip permainan anak. Dengan demikian bentuk dan wujudnya tetap menyenangkan dan menggembirakan peserta didik karena tujuannya sebagai media permainan. Aktivitas permainan yang dapat mengembangkan aspek – aspek psikologis peserta didik, dapat juga dijadikan sarana belajar sebagai persiapan menuju dunia orang dewasa. Permainan tradisional juga dikenal sebagai permainan rakyat merupakan sebuah kegiatan rekreatif yang tidak hanya bertujuan untuk menghibur diri, tetapi juga sebagai alat utuk memelihara hubungan dan kenyamanan sosial. Menurut Bannet ( 1998 : 46 ) dengan ini diharapkan bahwa permainan dalam pendidikan untuk anak usia dini ataupun anak sekolah terdapat pandangan yang jelas tentang kualitas belajar, hal ini diindikasikan sebagai berikut :
1.      Gagasan dan minat anak merupakan sesuatu yang utama dalam permainan.
2.      Permainan menyediakan kondisi yang ideal untuk mempelajari dan meningkatkan mutu mutu pembelajaran.
3.      Rasa memiliki merupakan hal yang pokok bagi pembelajaran yang diperoleh melalui permainan.
4.      Anak akan mempelajari cara belajar dengan permainan serta cara mengingat pelajaran dengan baik.
5.      Pembelajaran dengan permainan terjadi dengan gampang, tanpa ketakutan.
6.      Permainan memudahkan para guru untuk mengamati pembelajaran yang sesungguhnya dan peserta didik akan mengalami berkurangnya frustasi belajar.
Dalam olahraga rekreasi outbond dan permainan tradisional yang dilakukan oleh peserta didik terdapat nilai – nilai positif yang dapat membentuk karakter diri masing – masing peserta didik, antara lain :



1.      Kejujuran
Pada aktivitas outbond dan permainan tradisional, peserta didik dituntut untuk bersikap jujur karena akan berisiko dikucilkan dari tim jika berbuat curang.
2.      Kepemimpinan
Pada aktivitas outbond dan permainan tradisional, peserta didik akan mencoba memimpin teman yang lain agar dapat memenangkan permainan.
3.      Tanggung jawab
Dalam aktivitas outbond dan permainan tradisional, peserta didik saat melakukan kegiatan dituntut bertanggung jawab atas tugas yang dilakukannya.
4.      Kerjasama
Dalam aktivitas outbond dan permainan tradisional yang dilakukan secara berkelompok, semua peserta didik melakukan kerjasama dari mulai persiapan lapangan samapi permainan dilakukan.
5.      Kedisiplinan
Dalam aktivitas outbond dan permainan tradisional yang dilakukan secara berkelompok, semua peserta didik mematuhi peraturan yang telah ditentukan dalam setiap permainan.
6.      Percaya diri
Dalam aktivitas outbond dan permainan tradisional, semua peserta didik menunjukkan kemampuan diri yang dimiliki masing – masing.
7.      Demokrasi
Dalam aktivitas outbond dan permainan tradisional, peserta didik akan melakukan aktivitas permainan sesuai dengan ketentuan yang telah disepakati, kadang menjadi pemimpin dan dipimpin.



KESIMPULAN
Karakteristik yang penting dalam dunia pendidikan adalah peserta didik yaitu perkembangan kemampuan peserta didik untuk belajar  tentang diri mereka sendiri dan lingkungannya. Kemampuan peserta didik tersebut dapat dikembangkan melalui olahraga rekreasi. Pelaksanaan olahraga rekreasi yaitu dengan berbasis masyarakat yang mengutamakan prinsip murah, mudah, menarik, manfaat, dan dapat diikuti oleh orang banyak atau massal. Berdasarkan prinsip tersebut olahraga rekreasi outbond dan permainan tradisional sangat tepat untuk diterapkan pada peserta didik karena mereka dapat menikmatinya, sehingga nilai – nilai positif yang terkandung didalamnya dapat membentuk karakter dari masing – masing peserta didik.



DAFTAR PUSTAKA
Anda Nurlaila. (2012). Optimalkan Kreativitas Anak Lewat Bermain. Diunduh dari : http://kosmo.vivanews.com/news/read/298562-optimalkan-kreativitas-anak-lewat-bermain.html. Pada tanggal 25 April 2014. Pukul 10.20 WIB.
Biro Humas dan Hukum Kementrian Pemuda Olahraga RI. (2010). Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional.
Edratna. (2010). Membangun Percaya Diri. Diunduh dari : http://edratna.wordpress.com/2010/09/18/membangun-percaya-diri/.html. Pada tanggal 26 April 2014. Pukul 20.50 WIB.
Rusli Lutan dan Sumardianto. (2000). Filsafat Olahraga. Jakarta : Depdiknas.
Starawaji. (2009). Pengertian Kedisplinan. Diunduh dari : http://starawaji.wordpress.com/2009/04/19/pengertian-kedisiplinan/.html. Pada tanggal 26 April 2014. Pukul 21.00 WIB.
Sukintaka. (1994). Bermain : Wahana Pencapaian Cita – cita Bangsa. Yogyakarta : IKIP Yogyakarta.



1 komentar: